Rabu (22/6) Pondok Pesantren Darul Hidayah (Ponpe Dahi) mengadakan wisuda dengan khatmil Qur’an. Bertempat di Aula Ponpes, acara ini dihadiri pengurus Yayasan Pendidikan Islam Darul Hidayah (YPIDH), keluarga dalem, para santriwan dan santriwati, orang tua santri dan masyarakat sekitar. Seperti diungkapkan Khabibi Muhammad Luthfi, khatmil Qur’an pada hari ini merupakan tradisi tahunan yang sudah dilaksanakan sejak pondok ini berdiri.

Manual acara itu seperti diutarakan salah satu ustad, Wagito adalah pembacaan hadarah, pembacaan juz ‘amma mulai surat ad-duha sampai an-nas, tahlil dan doa, doa untuk kedua orang tua (birrul walidain), pelepasan (wisuda) kelas 6 dan mauidah hasanah dari pengasuh Ponpes Dahi, Drs. K.H. Ahmad Aryad Muhammadun.

Yang tampil pada peringatan ini para santri kelas 1 dan 2. Menurut Ibu Nyai Kholida Aululia pemilihan hanya dua kelas ini dengan alasan untuk menumbuhkan motivasi dan percaya diri agar ke depan para santri baru tidak canggung di depan publik.

Pada kesempatan itu, Kyai Arsyad menyampaikan pesan kepada santri agar mempraktekkan pola kehidupan pondok dalam kehidupan sehari-hari. “Meski setelah acara ini santri diperbolehkan pulang, ini bukan berarti liburan, melainkan mempraktekkan apa yang sudah dipelajari di pondok”, ungkap Kyai yang juga mursyid Tariqah Syadiliyyah ini. Ia juga menyarakan agar praktik ini dimulai dari keluarga.

Bertepatan dengan 17 ramadhan 1437 H, acara ini juga dirangkai dengan penutupan kegiatan ramadhan Ponpes Dahi. “Sebelumnya para santri telah mengadakan pelatihan cara membaca kitab, pengembangan skill bahasa Arab dan Inggris, tahsinul Qur’an, pembacaan kitab Jurumiyyah dan Lubabul Hadis”, ungkap Furaida Ayu Musyrifa, tutor bahasa asing.