Sekitar pukul 16.00 WIB Mohamed Sayed Rifai Ali Al-Misyri mengunjungi Pondok Pesantren Darul Hidayah (Dahi). Ia dan rombongan disambut langsung Drs. K.H. Ahmad Arsyad Muhammadun, keluarga dalem dan santriwan-santriwati ponpes.

Acara silaturahim ini dibuat secara sederhana. Setelah berbincang-bincang dengan keluarga dalem, Mohamed berdialog dengan para santri. Dilanjutkan makan bersama. Secara khusus, Ibunyai Kholida Aululia menyuguhkan masakan khas Timur Tengah, Nasi Kebuli dan Ta’miyah dan diakhiri salat berjamaah.

Momen ini selalu dimanfaatkan para santri untuk menggali ilmu dari Alumni Al-Azhar University Mesir itu. Seperti dijelaskan Kyai Arsyad, bahkan beberapa santri, menguji kemampuan bahasa Arab di depan Mohamed. para santri berdialog dan bertanya mengenai kegiatan sehari-hari, keagamaan dan hobi darinya. Tidak ketinggalan, salah satu santri, Nazal menceritakan kebahagiaanya langsung bisa berinteraksi dengan Mohamed.

Setiap tahun, semenjak menjadi dosen tamu UIN Walisongo Semarang Mohamed selalu bersilaturahim. Namun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada kesempatan ini, Mohamed berpamitan kepada keluarga besar Ponpes Dahi, khususnya Kyai Arsyad. Pada bulan Ramadan tahun ini, ia akan kembali ke Mesir. Sebagai tanda kenangan Mohamed memberikan peci khas Al-Azhar yang dibawa langsung dari Mesir. Secara simbolik peci itu dipakaikan Mohammed sendiri ke kepala Kyai Arsyad.

Mendengar ini keluarga Ponpes Dahi merasa terharu, mengingat kenang-kenangan bersama Mohamed. Furaida Ayu Musrifa yang juga ustadah Ponpes Dahi bahasa asing membeberkan pengalaman bersama Mohammed ketika di Kampus. Pada awal kedatangannya di UIN, Furaida adalah penerjemahnya. “Aku banyak belajar dari ustad Mohamed, terutama kosa kata bahasa Arab yang mungkin belum kutemui sebelumnya”, ungkap alumnus Pendidikan Bahasa Arab UIN Walisongo ini.