Pada bulan ini, khataman Alquran One Day One Juze (ODOJ) yang diselenggarakan pondok Pesantren Darul Hidayah (Dahi) jatuh hari selasa (27/6). Bertempat di dalem Kyai Arsyad, sekitar 32 anggota dengan khidmat mengikuti proses acara ini.

Diungkapkan ketua ODOJ, Mustajib tahapan acara tadi malam adalah mauidah, pembacaan doa khatmil qur’an, tahlil, pembacaan kitab al-fusul dan doa birr walidain (kebaikan orang tua). Acara ini dimulai pukul 21.00 sampai 22.30 WIB. Menurutnya pada malam ini semua anngota ODOJ khatam Alquran semua. Berbeda dengan 10 bulan sebelumnya yang ada beberapa anggota belum khatam. “Inilah keistimewaan ramadlan, semua berloma-lomba dalam menghatamkan Alquran”, tututnya.

Kyai Arsyad Muhammadun, pengisi mauidah juga menjelaskan bahwa ODOJ kali ini terasa istimewa, karena bertepatan bulan ramadan dan berada di tanggal ganjil (23 Ramadan). Dengan mungutip pendapat Imam Syafii yang menghitung huruf Alquran, beliau menerangkan jika biasanya setiap khataman dapat kebaikan 1.270.000 x 10, maka bulan ini adalah 1.270.000 x 700. “Berapa jumlahnya ? silahkan dihitung sendiri”. Imbuhnya.

Tidak itu saja, menurutnya, untuk memotivasi dalam beribadah terkadang umat muslim juga diajak berpikir secara matematis, berapa pahala yang diperoleh. “coba dihitung, andaikan malam ini jumlah itu diuangkan, tentu semua akan bahagia. Apalagi menjelang lebaran. Banyak yang butuh uang THR (tunjangan hari raya)”, candanya yang ditanggapi hadirin dengan canda tawa.

Terlepas dari itu, niat mendapatkan pahala itu besuk di akhirat, bukan karena ingin mendapatkan materi yang besifat duniawi. Karena jika yang dikejar dunia maka akhirat jelas akan hilang. Namun sebaliknya, jika akhirat yang dikejar maka dunia otomatis diperoleh. Kyai Arsyad mempersonofikasi ini dengan ungkapan pertanian. “Jika niat menanam padi, maka otomatis rumput juga akan tumbuh, namun jika niat menanam rumput, padi tidak akan pernah tumbuh”, jelas kyai Arsyad. Padi baginya adalah kiasan untuk pahala akhirat dan rumput adalah kebaikan duniawi. (quib).