Setiap acara Maulid di Pesantren Darul Hidayah (Dahi) Runting Tambaharjo Pati, panitia, terutama seksi konsumsi akan menghidangkan nasi kebuli untuk peserta yang hadir. Selain sebagai ciri khas, panitia maulid ingin memuliakan para tamu Baginda Rasulullah Saw yang hadir di Pesantren Dahi. Ini sebagaimana diungkapkan Fairuza Maulidia, salah satu anggota seksi konsumsi.

Ia menuturkan jika nasi kebuli yang disuguhkan setiap tahun selalu bertambah. Karena hasil evaluasi dan pantauan tahun sebelumnya, jamaah yang hadir semakin bertambah. “Untuk tahun ini kita siapkan nasi kebuli untuk 6000an peserta. Terdiri dari 600 nampan, setiap nampan untuk 5 orang laki-laki. 3000 kebuli dalam bentuk kotak untuk ibu-ibu dan 400 untuk tamu undangan. Serta puluhan kebuli dalam piring yang disuguhkan untuk tamu undangan VVIP.” Perinci, santri Ponpes Al-Muayyad Solo ini.

Acara maulid sendiri dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Secara berlangsung, mulai pukul 12.00 peserta hadir. Sedikit demi sedikit tempat yang disediakan panitia penuh, hingga tidak muat. Namun peserta hadir terus. Kemudian, panitia menggelar karpet lagi, namun ini pun masih tidak cukup, hingga ada hadirin yang berdiri karena tidak kebagian tempat.

Melihat membludagnya hadirin, seksi konsumsi sempat was-was. “wah iso-iso kebuline gak cukup iki” (bisa jadi nasi kebulinya tidak cukup ini), ucap Murtafi’ah, anggota konsumsi. Bukan apa-apa, ini karena panitia selalu berusaha agar setiap peserta mendapatkan nasi kebuli. Padahal, pembuatan nasi kebuli dengan jumlah yang banyak membutuhkan waktu yang lama. Mulai dari meracik bumbu, proses memasak dan menghidangkan butuh sekitar 2 hari 2 malam. Karena tidak mungkin dikejar, pembuatan nasi kebuli tambahan pun diurungkan dan berharap tidak terjadi perebutan dan keributan antar peserta.

Akhirnya, setelah pembacaan maulid yang dipimpin Habib Ali Zaenal Abidin Pekalongan, tahlil dan sambutan selesai, acara dilanjutkan mauidah hasanah oleh Habib Umar Muthahar Semarang. Namun, oleh seksi acara diberitahukan jika Habib Umar terlambat karena macet di Kudus dan peserta diharap bersabar menunggu.

Hanya saja, karena mungkin ada agenda lain, banyak peserta yang pulang duluan. Sehingga belum sempat mencicipi kebuli. Peserta yang awalnya sekitar 7000 lebih berkurang menjadi 6000an. Meskipun mayoritas panitia menyayangkan kepulangan tersebut namun khusus seksi konsumsi ini merupakan kabar gembira, karena nasi kebuli yang disiapkan bisa memenuhi para jamaah. Habib Umar sendiri sampai di lokasi sekitar pukul 16.10. Meskipun terlambat namun Habib Umar tetap memberikan taushiyah hingga acara selesai.

“Ini merupakan kejadian yang luar biasa dan tidak disangka, nasi yang disiapkan, sesuai dengan prediksi panitia hingga acara maulid tetap hidmat dan pembagian nasi berjalan tertib dan aman. Namun demikian, 7000an peserta ini akan dijadikan sebagai evaluasi, agar tahun depan, nasi yang disediakan lebih dari 7000”. Ungkap, Gus Hilal Muharrom, putera ketiga mbah Madun sang singa podium dari pantura dan inisoator Maulid Akbar di Runting. FAM.