Seperti biasanya, maulid yang diselenggarakan setiap tahun di Pesantren Darul Hidayah (Dahi) Runting Tambaharjo Pati (14/12) selalu dihadiri puluhan habaib dan Kyai dari berbagai kota seperti Pekalongan, Pati, Jepara, Kudus, Semarang, Solo, Pasuruan dan Bojonegoro dengan cerita khas kaum sufi. Salah satunya adalah cerita Habib Ahmad Alatas Bojonegoro, teman akrab mbah Madun.

Setiap memasuki bulan rabi’ul awwal habib Ahmad selalu gelisah, bukan karena kekurangan harta atau kehilangan sesuatu, bukan pula karena ada saudara yang meninggal. Beliau gelisah menunggu undangan maulid dari keluarga besar mbah Madun Runting. Dan, setelah Kyai Arsyad, putera mbah Madun sowan ke beliau dengan membawa sepucuk undangan ia pun bersuka cita. Berarti, tahun ini ia akan kembali ikut Maulid di Pesantren mbah Madun lagi.

kemarin (13/12) sehari sebelum acara puncak pembacaan Maulid, beliau bercerita diajak haji dan ziarah ke Makam Rasulullah di Madinah oleh mbah Madun. Bahkan, tambah habib,  mbah Madun dan beliau sendiri diberi keberkahan bisa langsung bertatap muka dengan Nabi. Dan, ketika bertemu dengan Nabi, ia dan mbah Madun saling menunjuk untuk mempersilahkan terlebih dahulu untuk matur kepada rasulullah. Akhirnya, berdasarkan kesepakatan keduanya, mbah Madun terlebih dahululah yang berbicara dengan Rasulullah.

Ini merupakan sepeggal cerita, beberapa bulan sebelum beliau ke Pati. Beliau tidak menceritakan lebih lanjut mengenai apa yang dihaturkan mbah Madun kepada Rasulullah, karena tiba-tiba ia terbangun dari tidur. Namun demikian ia percaya bahwa mimpi ini adalah nyata dan akan berlanjut. Bahkan, meski jasadnya hari ini di Pesantren Dahi namum ruh nya masih di Madinah.

Cerita mimpi bertemu dengan mbah Madun dan diajak bersilaturahim ke para Auliya’ atau Nabi merupakan hal yang biasanya baginya dan setiap tahun bisa terjadi sampai dua kali lebih. Bisa jadi ini, karena setiap habis salat beliau selalu mengirimkan fatihah khusus buat mbah Madun. Baginya mbah Madun adalah sosok kyai yang sangat ‘alim, bahkan hingga wafatpun seolah-olah masih hidup dan bisa diajak ngobrol bersama. ANq.