Ribuan peserta baik dari habaib, kyai, pemerintah Pati, TNI, Polres dan masyarakat umum membanjiri perayaan maulid Nabi Muhammad saw yang digelar di Pesantren Darul Hidayah (Dahi) Runting Tambaharjo Pati (14/12). Acara ini dimulai pukul 13.00 – 17. 00 WIB. “Ada sekitar 7000an yang hadir. Tahun ini jamaah yang hadir, semakin bertambah bahkan membludak hingga keluar dari tempat yang disediakan panitia”. ungkap Mustajib, koordinator acara. Secara khusus acara ini juga dihadiri istri, anak, menantu dan cucu keluarga besar Habib Muhammad Luthfi  bin Yahya Pekalongan.

Seperti diungkapkan K.H. Ahmad Arsyad, maulid di Dahi ini merupakan acara rutin yang digelar setiap tahun pada 12-14 Rabiul Awal yang sudah berjalan sejak tahun 80an. Selain pembacaan maulid yang dipimpin Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf Pekalongan, acara ini juga dirangkai dengan acara lain seperti ziarah ke maqbarah K.H. Muhamadun Daiman (sang inisiator acara ini), manaqiban, temu alumni Pesantren Dahi, Khatmil Qur’an bi al-gaib, gambusan, dan khitan massal.” tambah pengasuh Pesantren Dahi ini.

Hadir sebagai pembicara, Habib Umar Muthohar Semarang. Menurutnya peringatan maulid bisa dimaknai sebagai salah satu media dakwah islam dengan cara meniru akhlak Nabi Muhammad. Dengan pembacaan sirah nabawiyyah kita bisa tahu Akhlak Nabi dan cara mengambil ibrah dan menirunya. “khuluq berasal jiwa hati dan pikiran yang mendorong khalaq atau perbuatan nyata dalam kehidupan yang kemudian menjadi akhlaq. Ketiga proses ini kita ambil dari Akhlak Nabi Muhammad secara bersamaan.” ungkap habib yang terkenal dengan kyai ya’nah itu.

Ibunyai Amanah Hilal, koordinator konsumsi, mengungkapkan kegembiraan atas berlangsungnya acara ini dengan tertib meski pesertanya mencapai ribuan. Ke depan, tambah isti Gus Hilal Muharrom ini, nasi kebuli sebagai salah satu kekhasan maulid runting akan diperbanyak agar seluruh hadirin kebagian.

Ini juga diamini, Ibunyai Luli Arsyad. Baginya, para peserta, terutama ibu-ibu percaya bahwa nasi kebuli maulid bisa memberi keberkahan, tidak hanya untuk manusia tetapi pertanian, peternakan dan lain-lain. “jika kebuli dijadikan pupuk,  insyaallah tanaman akan subur dan bertambah banyak”. Tambahnya, sebagaimana ia mendengar curhatan hati ibu-ibu pengajian.

Salah satu peserta maulid, Habib Abdullah Ali Hasyim menuturkan maulid di runting selalu ada kesan sakral yang muncul. Maka tak heran jika hampir setiap tahun dia berusaha hadir. “luar biasa. Sakral dan pesertanya semakin bertambah banyak”. Imbuh, santri Pesantren Lirboyo Kediri ini. Fay.