HAFLAH AKHIRUSSANAH – Pada hari ini, Rabu tanggal 24 Mei 2017 Lembaga Pendidikan yang bernaung dibawah Yayasan Pendidikan Islam Darul Hidayah Runting, MTs & SMA Wahid Hasyim sukses mengadakan Haflah Akhirussanah Kelas IX dan XII untuk edisi perdana. Pada kesempatan kali ini dihadiri oleh Almukarrom Bapak Drs.KH. Ahmad Arsyad Muhammadun selaku pembina Yayasan, serta dihadiri pula oleh beberapa pengurus yayasan Ibu Hj.Siti Amanah, SE dan Ibu Hj.Kholida Aululia. Keluarga besar MTs Wahid Hasyim dan SMA Wahid Hasyim, bapak ibu guru, karyawan dan seluruh siswa kelas VII, VIII, X dan XI juga hadir dalam acara tersebut. Serta wisudawan dan wisudawati kelas IX MTs dan kelas XII SMA Wahid Hasyim sekaligus walinya pun turut hadir mengikuti rangkaian acara yang dimulai pukul 08.30 s/d pukul 11.00 WIB. Bu Neneng Sa’adah, S.Pd selaku ketua panitia menyampaikan bahwa acara pada kali ini merupakan edisi perdana yang insya Allah untuk kedepannya akan diadakan setiap tahunnya. Tak lupa juga beliau mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada seluruh bapak ibu guru dan karyawan keluarga besar MTs & SMA Wahid Hasyim yang turut membantu terlaksanakannya acara ini. Pada kesempatan kali ini, jumlah wisudawan dan wisudawati berjumlah 29 siswa kelas IX MTs dan 32 siswa kelas XII SMA dan mereka semua dinyatakan lulus dan resmi menjadi alumni tahun ajaran 2016/2017. Bapak Ahmad Wagito, S.Pd.I salah satu guru MTs dan sekaligus SMA Wahid Hasyim menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah pelepasan siswa-siswi yang akan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan diiringi do’a dan support dari bapak ibu guru agar diberikan kemudahan, kelancaran dan ilmu yang bermanfaat guna bekal di masa depan. Bapak Drs.KH.Ahmad Arsyad dalam sambutannya sekaligus mauidhoh hasanah menyampaikan kegembiraanya, serta rasa bangga telah memiliki anak didik yang melestarikan kesantunan dan akhlaq mulia. Beliau menuturkan bahwa salah satu kesantunan yang beliau saksikan adalah saat anak-anak yang diwisuda menaiki panggung untuk menerima syahadah dan piagam kelulusan, mereka berjabat tangan dan menciumnya. Anak-anak telah dinyatakan lulus 100 % dalam hal mencium tangan dengan (jawa; mencucup-nya) bukan dengan ditempelkan pipi atau dahi. Ini merupakan hal sepele namun harus diperhatikan, dan mereka telah melakukannya. Beliau juga menyampaikan bahwa dengan berjabat tangan antara guru dengan murid akan menumbuhkan silah bathiniyah (hubungan bathin) yang tanpa disadari akan menumbuhkan rasa cinta dan rasa sayang serta rasa hormat diantara keduanya. Beliau berharap agar anak-anak mendapatkan hikmah dari ilmu yang mereka dapatkan, dan diamalkan dalam kehidupan mereka. Tak lupa juga beliau berharap agar mereka menjadi generasi penerus yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, nusa dan bangsa terutama demi menegakkan agama Islam. (admin).