“Rosulullah SAW bersabda;

كلّ محدثة بدعة, وكلّ بدعة ضلالة وكلّ ضلالة فى النّار

“Segala sesuatu yang baru (tidak dilakukan oleh nabi) adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah sesat, dan setia kesesatan adalah (tempatnya) di neraka.”

Dari hadits diatas, banyak kalangan yang menjadikan hadits ini sebagai dasar untuk melarang kegiatan apapun yang tidak pernah dilakukan oleh Rosulullah, bahkan mereka tak segan-segan mengkafirkan dan menganggap orang tersebut pasti akan masuk neraka. Ini disebabkan karena mereka mengartikan hadist tersebut hanya secara harfiah (leterlek) semata.

Acara halal bihalal yang sedang kita adakan ini berarti bid’ah, dan masuk neraka. Bapak Selamet Riyadi selaku yang mengundang berarti masuk neraka, semua yang hadir juga masuk neraka, yang ceramah ini malahan yang pertama masuk neraka.” Demikian penggalan Mauidhoh Hasanah yang disampaikan oleh Bapak KH.Ahmad Arsyad Muhammadun selaku Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hidayah sekaligus penasehat Yayasan Pendidikan Islam Darul Hidayah Runting.

Kemudian beliau melanjutkan Mauidhohnya; “Akan tetapi jika kita mau menggunakan akal kita, Halal Bihalal merupakan perwujudan kita dalam mempererat tali silaturahmi antar sesama manusia, dengan silaturahim akan mampu menghilangkan hal-hal yang menghambat antara kita, serta mempererat persaudaraan, yaitu dengan cara saling memberi maaf.

Rosulullah SAW bersabda;

من كانت عنده مظلمة لأخيه من عرضه أو من شيء فليتحلله منه اليوم قبل أن لا يكون دينار ولادرهم

“Barang siapa yang mempunyai kesalahan kepada saudaranya atas harga dirinya ataupun sesuatu hal yang lain, maka hendaknya ia segera meminta maaf sebelum tak berartinya uang dinar ataupun uang dirham.”

Maksud hadits tersebut adalah kita hendaknya meminta maaf kepada saudara kita sebelum ajal menjemput kita. Karena jika seseorang meninggal dalam keadaan masih menanggung kesalahan dengan saudaranya, maka Allah tidak akan mengampuninya.” (KH.Ahmad Arsyad Muhammadun, dalam acara Halal Bihalal Keluarga Besar Yayasan Pendidikan Islam Darul Hidayah Runting, Tempat; Pondok Pesantren Darul Hidayah pada hari Sabtu, 1 Juli 2017)